Author: adminweb

  • Bupati Natuna Kunjungan Kerja ke Kecamatan Midai dan Suak Midai

    Bupati Natuna Kunjungan Kerja ke Kecamatan Midai dan Suak Midai

    Upaya mewujudkan Nawa Cita Presiden RI yang menetapkan prioritas pembangunan harus dimulai dari wilayah terluar/perbatasan, berdampak pada peluang percepatan pembangunan melalui program kerja seluruh kementerian yang dititik beratkan pada pembenahan infrastruktur diwilayah perbatasan.

    Hal tersebut juga dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna, dimana sebagai wilayah perbatasan, percepatan pembangunan bagi penguatan pertahanan negara menjadi langkah strategis pemerintah pusat saat ini.

    Namun sebagai daerah tingkat Kabupaten, Natuna saat ini merasa upaya percepatan pembangunan masih harus mempertimbangkan asas pemerataan yang harus diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri, yang menyebabkan keterbatasan kewenangan menjadi kendala untuk mengoptimalkan potensi yang ada.

    Oleh karenanya upaya pemekaran provinsi sebagaimana yang sedang diupayakan oleh Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas harus berhasil. Karena hanya dengan demikian, potensi kedua daerah ini benar-benar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan di wilayah ini.

    Hal tersebut disampaikan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam sambutannya pada acara Ramah Tamah dengan Masyarakat di Gedung Serbaguna Kecamatan Midai, Minggu (15/4), sebagai salah satu rangkaian Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Natuna.

    Adapun kunjungan kerja Bupati Natuna kali ini didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

    Hamid Rizal menerangkan bahwa pada tahun 2018, terjadi pengurangan anggaran sebesar 200 milyar dari nilai pengesahan APBD yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur yang bersifat kepentingan nasional.
    Untuk Kecamatan Midai, sudah dialokasikan anggaran sebesar 9 Milyar bagi pembangunan dan pembenahan infrastruktur dasar. Sedangkan bagi Kecamatan Suak Midai, nilainya sedikit ditambahkan bagi peruntukan Pembangunan Gedung Kantor Camat yang dirasa sangat penting bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

    Pada kesempatan yang sama Camat Midai, Didi Sisworo menerangkan bahwa pada tanggal 7 April 2018 lalu, KM Bukit Raya sudah sandar perdana di Pelabuhan Kecamatan Midai. Hal ini merupakan sebuah kemajuan yang akan sangat berdampak bagi berbagai aktifitas mobilisasi masyarakat serta mengurangi resiko kecelakaan.
    Selain agenda temu ramah dengan masyarakat, Bupati Natuna beserta rombongan juga berkesempatan meninjau kondisi terkini pelabuhan Midai, serta menghadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Surau Az-zuriati, Desa Batu Belanak Kecamatan Suak Midai. (Humas_Pro/Zq)

    photo : sofian

    RILIS PERS, Nomor : 631 /IP/HUMAS-PROTOKOL/2018

  • Anggaran Untuk Kecamatan Midai dan Suak Midai Rp9 Miliar

    Anggaran Untuk Kecamatan Midai dan Suak Midai Rp9 Miliar

    Setelah melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di Kecamatan Pulau Laut, Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal melanjutkan kunkernya ke Kecamatan Midai, Minggu (15/04/2018) siang.

    Dalam sambutannya, Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal mengatakan anggaran bagi Kecamatan Midai dan Suak Midai telah dikucurkan sebesar Rp9 miliar pada tahun 2018.

    Diketahui, Kecamatan Suak Midai yang terbilang masih cukup muda mendapatkan anggaran lebih dari Kecamatan Midai dengan alasan untuk pembangunan Kantor Kecamatan.

    “Pada tahun ini, Midai dan Suak Midai lebih kurang anggarannya sekitar Rp9 miliar lebih. Tapi Suak Midai lebih besar karena Suak Midai sebagai kecamatan baru dan belum punya kantor camat,” papar Hamid.

    Dia mengutarakan, terkait dengan keselamatan pelayaran, sebelumnya pihaknya telah meminta kepada Syahbandar untuk menginformasikan kepada pusat untuk memperhatikan rambu – rambu pelabuhan – pelabuhan yang sudah dibangun, guna mengantisipasi terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan dalam proses bersandarnya kapal.

    Sementara itu Camat Midai Tri Didim Siworo dalam laporannya menjelaskan, pada 07 April 2017 lalu Kapal Pelni KM Bukit Raya telah berhasil melaksanakan sandar perdananya di Pelabuhan WK Kecamatan Midai.

    “Ketika sandar tidak terjadi kesalahan, dan mudah – mudahan masyarakat Midai ini akan terus sandar karena masyarakat Midai ini sudah lama sekali ingin kapal bisa bersandar. Resikonya tinggi bagi para penumpang bila belum bisa bersandar di pelabuhan,” ujarnya.

    Tri Didik berharap, kedepannya pihak terkait dapat mengabulkan permintaannya untuk diadakannya rambu – rambu laut dan tangga turun penumpang dari pelabuhan pada saat bersandarnya kapal.

    “Saya harap bisa secepatnya bisa ada rambu – rambu laut untuk masuknya kapal, dan juga tangga turun penumpang dari atas kapal,” ucapnya.

    Selain mengadakan temu ramah kepada masyarakat Kecamatan Midai dan Masyarakat Kecamatan Suak Midai, Bupati juga menghadiri malam Isra’ Mi’raj di Masjid Azzuriat Desa Jambat Laut Kecamatan Suak Midai.

    Acara temu ramah yang dipusatkan di gedung serbaguna Kecamatan Midai itu dihadiri oleh Camat Midai, Tri Didik Sisworo dan Camat Suak Midai, Idris, Sekda Natuna, Wan Siswandi, OPD Natuna, serta sejumlah masyarakat Midai. (MANALU)

    Sumber: https://www.metrokepri.com/anggaran-untuk-kecamatan-midai-dan-suak-midai-rp9-miliar/

  • KM Bukit Raya sandar perdana di Midai

    KM Bukit Raya sandar perdana di Midai

    Kapal Penumpang KM Bukit Raya yang melayani angkutan penumpang dengan rute Jakarta, Bintan, Anambas, Natuna, Pontianak, Surabaya dan sebaliknya bersandar untuk pertama kalinya di pelabuhan Midai pada Minggu dini hari.

    Camat Suak Midai, Idris kepada Antara di Natuna mengatakan, kapal yang beroperasi sejak tahun 1998 yang melayani angkutan penumpang ditiga pelabuhan Kabupaten Natuna, yakni Pelabuhan Selat Lampa, Midai dan Serasan akan sulit merapat bahkan tidak akan bisa merapat saat musim angin utara dan barat.

    “Artinya dalam kurun waktu satu tahun hanya enam bulan bisa efektif sandar dari mulai bulan Maret sampai dengan Agustus,” katanya.

    Sebelum bersandar, para penumpang dua kecamatan tersebut harus menggunakan perahu kayu berukuran 1,5 GT untuk dapat naik ke atas kapal, dan tidak sedikit memakan korban akibat tenggelam. Hal itu kata Idris pernah terjadi pada tahun 2009 lalu di Serasan.

    Idris menambahkan, meskipun bersandarnya KM Bukit Raya ini tidak sepanjang musim, paling tidak warga midai dirantauan sudah dapat menikmati indahnya pulang kampung dengan transportasi yang ada di gerbang perbatasan Indonesia di Asia.

    Bersandarnya KM Bukit Raya di Midai itu pun disambut antusias oleh warga, salah satunya bernama Syafruddin. Syafruddin mengatakan tanggal 8 April 2018 merupakan hari bersejarah bagi warga Midai yang dicatat serta diabadikan dalam sejarah kemudahan penghubung transportasi antar pulau di Kabupaten Natuna.

    “Alhamdulillah yang tak terhingga KM Bukit Raya dapat bersandar dengan aman di Midai. Hal ini sudah sejak lama menjadi impian warga untuk kemudahan transportasi, semoga dapat terus seperti ini,” pungkasnya. (Antara)
    Pewarta : Cherman
    Editor: Danna Tampi

    Sumber: https://kepri.antaranews.com/berita/47843/km-bukit-raya-sandar-perdana-di-midai

  • Puskesmas Midai Kekurangan Ruang Inap dan Bersalin

    Puskesmas Midai Kekurangan Ruang Inap dan Bersalin

    Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menerima keluhan kondisi kurangnya sarana di puskesmas saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Midai, Sabtu (4/11/2017) kemarin. Puskesmas kekurangan ruang inap dan ruang bersalin.

    Sejumlah dokter kontrak yang mengikuti program nusantara sehat dari Kementerian kesehatan mengaku, sering mengalami kewalahan ketika terjadi peningkatan pasien puskesmas. Baik pasien rawat inap maupun pasien melahirkan.

    “Pasien bersalin sekarang cenderung meningkat, tapi dengan kondisi sekarang puskesmas hanya bisa melayani dua sampai tiga pasien saja. Bad nya cuma segitu, apalagi ruang rawat inap juga untuk dua sampai tiga pasien,” ungkap sejumlah dokter kepada Ngesti saat meninjau kondisi puskesmas Midai.

    Puskesmas Midai merupakan bangunan yang sudah dibangun sejak lama. Belum pernah dilakukan renovasi, ruang inap dan ruang bersalin masih cukup kecil. Sementara jumlah penduduk pulau Midai terus bertambah.

    Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, selain kekurangan ruang inap dan ruang bersalin. Puskesmas ini juga mengalami kendala pasokan oksigen. Sementara oksigen sentral di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah rusak. Sehingga puskesmas harus membelinya dari luar Natuna.

    “Oksigen sering habis, puskesmas harus belinya di luar Natuna dan dikirim menunggu jadwal kapal,” kata Ngesti.

    Ngesti yang didampingi Camat Midai dan Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra dan OPD sempat meninjau seorang pasien rawat inap dan meminta puskemas tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat meski dalam keadaan serba kekurangan fasilitas dan berada jauh dari pusat Kabupaten.

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Abdul Gani mengatakan, dengan kondisi lahan puskesmas Midai saat ini sulit untuk dilakukan pengembangan. Karena dalam standar Kementerian kesehatan, lahan puskesmas Midai kurang dari 50 kali 70 meter persegi.

    “Solusinya pemerintah dapat membangun puskesmas dilahan yang baru. Apalagi saat ini di Pulau Midai sudah dilakukan pemekaran kecamatan, sehingga di Kecamatan baru dimekarkan bisa dibangun puskesmas,” kata Gani.

    Di Midai juga mengalami kendala dokter, karena saat ini hanya diisi dokter yang dikontrak selama dua tahun dari Kementerian Kesehatan dari program nusantara sehat. Calon dokter yang melamar di Dinas Kesehatan belum bersedia ditugaskan di pulau-pulau, karena insentifnya masih rendah dari insentif dari Kementerian.

    “Pemerintah Daerah hanya bisa memberikan insentif sebesar Rp 6 juta sampai Rp 8 juta per bulan. Tapi isentif dari kementerian sudah diatas Rp 10 juta. Namun tahun depan pemerintah daerah akan memberdayakan dokter dari putra putri daerah yang sudah menyelesaikan pendidikannya, dan kembali ke daerah,” kata Abdul Gani.(arn)

    Sumber: https://batampos.co.id/2017/11/07/puskesmas-midai-kekurangan-ruang-inap-dan-bersalin/

  • MTI Bantu Pemkab Natuna Pasok Bahan Pokok Pulau Midai

    MTI Bantu Pemkab Natuna Pasok Bahan Pokok Pulau Midai

    Pemkab Natuna menggandeng PT Multi Terminal Indonesia (MTI) terus mensosialisasikan kapal Tol Laut dan sentra logistik Rumah Kita di kepulauan itu. Kali ini sosialisasi digelar di Pulau Midai, yang memiliki sumber daya alam melimpah.

    Sekretaris Disperindagkop dan Usaha Mikro Natuna Hikmatul Arif mengatakan, Tol Laut dan Rumah kita di wilayah kepulauan itu untuk memasok kebutuhan pokok, sekaligus mengangkut hasil perkebunan dan industri kecil menengah ke pasar nasional.

    “Inilah saatnya daerah kepulauan bangkit dengan segala sumber daya alam yang melimpah untuk dipasarkan ke tingkat nasional. Dengan biaya transportasi murah, ekonomi masyarakat akan berkembang,” kata Arif di hadapan camat, pengusaha dan masyarakat Midai dan Suak Midai, Rabu (4/10).

    Menurut Arif, perekonomian di dua kecamatan ini terus menggeliat, didukung sumber daya alam Pulau Midai yang terkenal sebagai daerah penghasil cengkih terbesar di Natuna.

    “Industri pengolahan cengkih di sini juga telah berkembang menjadi produk turunannya, seperti industri penyulingan minyak cengkih,” ujarnya.

    Hasil produksi industri minyak cengkih Kecamatan Midai, lanjut Arif, sudah dikirim ke beberapa daerah, antara lain Cileungsi, Bogor. “Hampir setiap trip Tol Laut dengan tujuan Natuna Jakarta selalu menjadi salah satu muatan balik,” ungkapnya.

    Direktur Operasi MTI Banu Astrini mengatakan, pihaknya akan membantu pengangkutan beberapa bahan pokok dan barang penting lainnya menggunakan Tol Laut ke Midai.

    Menurut dia, jarak antara gudang Selat Lampa dan Pulau Midai tidak terlalu jauh, sehingga harga diharapkan akan lebih terjangkau lagi bagi masyarakat.

    “Begitu juga sebaliknya, komoditas unggulan dari Midai dapat dibawa ke luar daerah, misalnya cengkih, kopra dan minyak cengkih, sebagai muatan balik Tol Laut ke Jakarta,” kata Banu.

    Dia mengatakan, kehadiran kapal Tol Laut dan sentra logistik Rumah Kita yakni gudang di Selat Lampa, akan memudahkan masuknya bahan pokok ke Pulau Midai. “MTI siap membantu menjaga stok bahan pokok, seperti sembako dan material di Midai,” ujarnya. (hlz/hlz)

    Sumber: http://www.translogtoday.com/2017/10/07/mti-bantu-pemkab-natuna-pasok-bahan-pokok-pulau-midai