Author: adminweb

  • Puskesmas Midai Kekurangan Ruang Inap dan Bersalin

    Puskesmas Midai Kekurangan Ruang Inap dan Bersalin

    Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menerima keluhan kondisi kurangnya sarana di puskesmas saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Midai, Sabtu (4/11/2017) kemarin. Puskesmas kekurangan ruang inap dan ruang bersalin.

    Sejumlah dokter kontrak yang mengikuti program nusantara sehat dari Kementerian kesehatan mengaku, sering mengalami kewalahan ketika terjadi peningkatan pasien puskesmas. Baik pasien rawat inap maupun pasien melahirkan.

    “Pasien bersalin sekarang cenderung meningkat, tapi dengan kondisi sekarang puskesmas hanya bisa melayani dua sampai tiga pasien saja. Bad nya cuma segitu, apalagi ruang rawat inap juga untuk dua sampai tiga pasien,” ungkap sejumlah dokter kepada Ngesti saat meninjau kondisi puskesmas Midai.

    Puskesmas Midai merupakan bangunan yang sudah dibangun sejak lama. Belum pernah dilakukan renovasi, ruang inap dan ruang bersalin masih cukup kecil. Sementara jumlah penduduk pulau Midai terus bertambah.

    Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, selain kekurangan ruang inap dan ruang bersalin. Puskesmas ini juga mengalami kendala pasokan oksigen. Sementara oksigen sentral di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah rusak. Sehingga puskesmas harus membelinya dari luar Natuna.

    “Oksigen sering habis, puskesmas harus belinya di luar Natuna dan dikirim menunggu jadwal kapal,” kata Ngesti.

    Ngesti yang didampingi Camat Midai dan Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra dan OPD sempat meninjau seorang pasien rawat inap dan meminta puskemas tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat meski dalam keadaan serba kekurangan fasilitas dan berada jauh dari pusat Kabupaten.

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Abdul Gani mengatakan, dengan kondisi lahan puskesmas Midai saat ini sulit untuk dilakukan pengembangan. Karena dalam standar Kementerian kesehatan, lahan puskesmas Midai kurang dari 50 kali 70 meter persegi.

    “Solusinya pemerintah dapat membangun puskesmas dilahan yang baru. Apalagi saat ini di Pulau Midai sudah dilakukan pemekaran kecamatan, sehingga di Kecamatan baru dimekarkan bisa dibangun puskesmas,” kata Gani.

    Di Midai juga mengalami kendala dokter, karena saat ini hanya diisi dokter yang dikontrak selama dua tahun dari Kementerian Kesehatan dari program nusantara sehat. Calon dokter yang melamar di Dinas Kesehatan belum bersedia ditugaskan di pulau-pulau, karena insentifnya masih rendah dari insentif dari Kementerian.

    “Pemerintah Daerah hanya bisa memberikan insentif sebesar Rp 6 juta sampai Rp 8 juta per bulan. Tapi isentif dari kementerian sudah diatas Rp 10 juta. Namun tahun depan pemerintah daerah akan memberdayakan dokter dari putra putri daerah yang sudah menyelesaikan pendidikannya, dan kembali ke daerah,” kata Abdul Gani.(arn)

    Sumber: https://batampos.co.id/2017/11/07/puskesmas-midai-kekurangan-ruang-inap-dan-bersalin/

  • MTI Bantu Pemkab Natuna Pasok Bahan Pokok Pulau Midai

    MTI Bantu Pemkab Natuna Pasok Bahan Pokok Pulau Midai

    Pemkab Natuna menggandeng PT Multi Terminal Indonesia (MTI) terus mensosialisasikan kapal Tol Laut dan sentra logistik Rumah Kita di kepulauan itu. Kali ini sosialisasi digelar di Pulau Midai, yang memiliki sumber daya alam melimpah.

    Sekretaris Disperindagkop dan Usaha Mikro Natuna Hikmatul Arif mengatakan, Tol Laut dan Rumah kita di wilayah kepulauan itu untuk memasok kebutuhan pokok, sekaligus mengangkut hasil perkebunan dan industri kecil menengah ke pasar nasional.

    “Inilah saatnya daerah kepulauan bangkit dengan segala sumber daya alam yang melimpah untuk dipasarkan ke tingkat nasional. Dengan biaya transportasi murah, ekonomi masyarakat akan berkembang,” kata Arif di hadapan camat, pengusaha dan masyarakat Midai dan Suak Midai, Rabu (4/10).

    Menurut Arif, perekonomian di dua kecamatan ini terus menggeliat, didukung sumber daya alam Pulau Midai yang terkenal sebagai daerah penghasil cengkih terbesar di Natuna.

    “Industri pengolahan cengkih di sini juga telah berkembang menjadi produk turunannya, seperti industri penyulingan minyak cengkih,” ujarnya.

    Hasil produksi industri minyak cengkih Kecamatan Midai, lanjut Arif, sudah dikirim ke beberapa daerah, antara lain Cileungsi, Bogor. “Hampir setiap trip Tol Laut dengan tujuan Natuna Jakarta selalu menjadi salah satu muatan balik,” ungkapnya.

    Direktur Operasi MTI Banu Astrini mengatakan, pihaknya akan membantu pengangkutan beberapa bahan pokok dan barang penting lainnya menggunakan Tol Laut ke Midai.

    Menurut dia, jarak antara gudang Selat Lampa dan Pulau Midai tidak terlalu jauh, sehingga harga diharapkan akan lebih terjangkau lagi bagi masyarakat.

    “Begitu juga sebaliknya, komoditas unggulan dari Midai dapat dibawa ke luar daerah, misalnya cengkih, kopra dan minyak cengkih, sebagai muatan balik Tol Laut ke Jakarta,” kata Banu.

    Dia mengatakan, kehadiran kapal Tol Laut dan sentra logistik Rumah Kita yakni gudang di Selat Lampa, akan memudahkan masuknya bahan pokok ke Pulau Midai. “MTI siap membantu menjaga stok bahan pokok, seperti sembako dan material di Midai,” ujarnya. (hlz/hlz)

    Sumber: http://www.translogtoday.com/2017/10/07/mti-bantu-pemkab-natuna-pasok-bahan-pokok-pulau-midai

  • Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Camat Midai

    Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Camat Midai

    Bupati Natuna, Drs. H. A. Hamid Rizal, M. Si melantik secara terpisah Tri Didik Sisworo,S.STP yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat Bunguran Batubi, menempati jabatan baru sebagai Camat Midai, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Ranai, senin (12/06/2017) pagi.

    Dalam sambutannya, Bupati mengharapkan kepada Camat yang baru dilantik agar dalam mengambil kebijakan, hendaknya selalu bersosialisasi dengan pemuka masyarakat setempat dengan maksud untuk membaca situasi terkini yang berkembang didalam masyarakat. Sehingga kebijakan yang diambil mendapatkan dukungan dari masyarakat sekaligus memiliki unsur kemaslahatan bersama.

    Bupati mengharapkan camat yang baru dilantik dapat mengakomodir berbagai aspirasi sekaligus mampu menjadi koordinator dalam upaya percepatan pembangunan serta mencipatakan rasa aman, nyaman dan kondusif.

    Peliput : staf Humas_Protokol / Jasipah

  • Inilah Wajah Wajah Pak Camat yang Dilantik Bupati Natuna

    Inilah Wajah Wajah Pak Camat yang Dilantik Bupati Natuna

    Pergeseran Pucuk Pimpinan Suatu Dinas dan Badan di lingkup Pemerintah Daerah sudah menjadi hal yang biasa. Fungsi dan jabatan merupakan kewenangan Pucuk pimpinan di wilayah tersebut.

    Bupati Natuna selain melantik satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Hamid juga melantik jajaran Kecamatan di Natuna, di Gedung serbaguna Sri Serindit, Jumat (30/12/2016)
    ‎
    Dalam Sambutan Hamid Rizal, menyampaikan kepada pejabat yang menempati pos baru agar segera menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.

    Ditekan kan kepada semua pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah agar menjaga ke kompakan dan bekerja sama agar bisa terwujud Visi dan Misi untuk kemajuan Kabupaten Natuna ke depan nya.

    ” Kepala SKPD adalah abdi masyarakat, Jadi utamakan kepentingan pelayanan kepada masyarakat dari pada kepentingan pribadi, Bekerja sama dengan baik agar tercapai natuna yang maju dan sejahtera,” tegas Hamid.

    Dalam pelantikan ini, Hamid Rizal ,melantik 19 pejabat Eselon II dan 334 Pejabat Eselon III. dan IV.

    Pelantikan hari ini juga merupakan bagian dari reformasi struktural, dimana ada 19 SKPD, 3 Badan, 1 RSUD.

    Pejabat Eselon II.a ,1 orang, pejabat selelon IIb 18 orang,pejabat eselon IIIa 38 orang, pejabat eselon III.B 63 orang,pejabat eselon IV.A 244 orang, pejabat Eselon IV.B 25 orang.

    Diantaranya Ir. Wahyu Nogroho, masih tetap percaya menjabat posisi strategis yakni kepala Dinas Perikanan. Sedangkan Marka DJ, percaya mimpin Kepala dinas Pendidikan Kepemudaan dan olahraga.

    Dan yang menduduki jabatan Kadis Tenaga Kerja dan transmigrasi di percaya, Husaini.

    Untuk Kepala Dinas Koperasi, usaha kecil perindustrian dan perdagangan dia adalah mantan Kabag Humas, Helmi Wahyuda. Selanjutnya kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan di jabat oleh, Erson Gempa Aspandi.
    ‎
    Sedangkan kepala dinas ketahanan pangan di percaya, Sri Harinigsih.

    Sedangkan menjabat sebagai kepala dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana , Plt Faisal, sedangkan Kepal Rumah Sakit umum daerah RSUD Natuna tetap dipercaya oleh Dr.Faisal.

    Untuk Kepala Dinas Perhubungan diamanatkan oleh Iskandar Dj, mantan Kabag Humum Pemda Natuna.

    Sedangkan Agus Supardi, menjabat sebagai kepala dinas perumahan kawasan pemukiman, penataan ruang dan pertanahan.

    Badan perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah di percaya oleh Hardinansyah,

    Untuk posisi kepala dinas perizinan dan penanaman modal terpadu percaya Minwardi mantan Kadis PU.

    Dinas Perpustakaan dan arsip di percaya Ir Basri Sekretaris Dewan masih percaya Ir Marzuki.

    Kepala kepegawaian pendidikan dan pelantikan, Ewita Yuda, ‎Sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan sosial tetap percaya ibu Tina Riawita.

    Kepala Dinas Pertanian percaya oleh Tengku Fauzan Tambusai, Kepala Pengolahan keuangan daerah dipercaya Diki.
    ‎
    Sedangkan sekretaris infokom, Raja Darmika,untuk mengisi kadisduk capil, Ilham Kauli,serta Kadis BLH, Wan asparudin.

    Untuk para camat, Asmarajuana sebagai Camat Bunguran Timur, Saidir sebagai Camat Bunguran Tengah, Erwenadi Camat Bunguran Selatan, Ferizaldi Camat Bunguran Barat, Hadir Camat Serasan Timur, Ahmad Camat Bunguran Timur Laut. Camat Pulau Laut Sudirman.

    Sementara Idris yang sebelumnya menjabat lurah Ranai Kota diangkat menjadi Camat Suak Midai. (rikyrinov)

    Sumber: https://www.wartakepri.co.id/2016/12/31/inilah-wajah-wajah-pak-camat-yang-dilantik-bupati-natuna-%E2%80%8E/

  • Kecamatan Midai Dalam Angka 2016

    Kecamatan Midai Dalam Angka 2016

    Kecamatan Midai Dalam Angka 2016

    Nomor Katalog : 11020012103
    Nomor Publikasi : 21030.1602
    ISSN / ISBN : –

    Tanggal Rilis : 2016-07-29
    Buku publikasi Kecamatan Midai Dalam Angka Tahun 2016 ini merupakan kelanjutan penerbitan tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen data. Buku ini diterbitkan sebagai salah satu bahan evaluasi untuk melihat perkembangan pembangunan khususnya Kecamatan Midai dan Kabupaten Natuna pada umumnya.